Sukses Ujian Sidang (Kompre) di bangku Kuliah

Kondisi sebelum ujian sidang, "Stress!"

Ujian sidang (kompre) itu menakutkan?

Postingan kali ini bertema “gimana caranya sukses di saat ujian sidang?” Sebelumnya, kita sudah membahas mengenai Sukses Ujian Semester di Bangku Kuliah, sekarang kita akan membahas bagaimana agar sukses ujian sidang. Bagi seorang calon sarjana, sukses ujian sidang merupakan kunci mutlak bagi dirinya agar dapat diakui dan dilantik sebagai seorang sarjana. Medium yang diuji adalah karya ilmiah yang telah ditulis oleh mahasiswa, baik berupa skripsi (laporan penelitian eksperimen atau deskriptif) atau makalah (penjabaran sebuah kasus tertentu pada objek dan metode tertentu) – sesuai dengan bidang studi yang dipelajari.

Agar sukses pada ujian sidang, terlebih dahulu perlu diketahui pihak yang terkait di dalam prosesi ujian sidang. Pada umumnya, ada tiga pihak yang akan terlibat di dalam sebuah proses pelaksanaan ujian sidang. Pihak tersebut antara lain mahasiswa (selaku penulis karya ilmiah), pembimbing karya ilmiah, dan penguji. Mahasiswa, pada saat ujian sidang dilakukan, berperan sebagai pihak yang akan diuji. Bahan yang diujikan adalah karya tulis ilmiah yang telah ditulis oleh si mahasiswa. Pembimbing karya ilmiah berperan sebagai pihak yang akan memandu mahasiswa di dalam proses penulisan karya ilmiah. Tugas pembimbing adalah membimbing bukan memperbaiki tulisan mahasiswa. Adalah menjadi tugas mahasiswa itu sendiri untuk mencari tahu kesalahan yang telah ia lakukan pada saat menulis dan saat telah menyelesaikan tulisan ilmiah.

Penguji, yang terdiri dari tiga atau lima orang, akan berperan sebagai pihak yang akan mempertanyakan isi atau kandungan tulisan yang telah dibuat. Penguji adalah tonggak utama pada ujian sidang. Pada dasarnya, penguji akan bertanya seputar isi atau kandungan tulisan dan seberapa baik si mahasiswa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh penguji. Pembimbing tidak berhak untuk membela si mahasiswa karena tujuan utama ujian sidang adalah untuk benar-benar menentukan kemampuan si mahasiswa secara spesifik dan terpola pada karya tulis ilmiah.

Selanjutnya, mari kita berfokus pada mahasiswa. Hal ini erat kaitannya dengan cara-cara bagaimana agar mahasiswa bisa sukses di dalam menghadapi ujian sidang. Pada bagian ini, mahasiswa disebut juga sebagai calon teruji. Petunjuk berikut ini dapat digunakan sebagai acuan berharga bagi para calon teruji untuk sukses (Hamalik, 1991:166-170):

  1. Mental “siap tempur” hendaknya dibina dan dimantapkan. Ini berarti bahwa Anda benar-benar siap untuk diuji.
  2. Menguasai karangan ilmiah yang ditulis. Jangan sampai lupa bagian-bagian penting dari karya tulis yang Anda tulis. Ini akan menjadi dasar kesuksesan Anda ujian sidang.
  3. Perhatikan beberapa aspek yang penting di dalam ujian sidang. Aspek penting meliputi proses penulisan skripsi, pengambilan data, metodologi, manfaat karya tulis dan sistem dokumentasi yang digunakan (apakah MLA, APA atau sistem yang lain).
  4. Pupuk rasa riang gembira, dan ini akan lebih bermanfaat ketimbang terlampau serius dan kaku. Namun, riang gembira berlebihan sehingga melupakan persiapan untuk ujian juga tidak baik. Yang penting di sini adalah Anda bisa berada dalam kondisi nyaman dengan diri Anda.
  5. Bersikap sopan dan tertib di hadapan tim penguji akan menambah rasa hormat terhadap Anda, dan ini berarti suatu kemenangan sejak awal. Sikap sopan dan santun adalah cerminan pribadi terdidik dan cerdas. Sehingga, apabila Anda ujian sidang dan menghadapi proses persidangan, Anda sudah mendapat simpati dan hormat dari pembimbing dan penguji. Jika Anda berhasil, mereka akan menjadi orang-orang pertama yang bangga akan keberhasilan Anda.
  6. Perhatikan dan tanggapi pertanyaan penguji secara cermat. Selesaikan dulu pertanyaan penguji baru ditanggapi. Tidak usah gentar dengan cara apapun penguji menguji Anda, baik pertanyaan jelas atau sedikit menjebak, pahami pertanyaannya dan jawab sejelas mungkin dan hubungkan dengan karya yang Anda tulis.
  7. Adakalanya Anda perlu membuka karangan ilmiah Anda atas izin penguji. Sepintar apapun mahasiswa, pada saat ujian sidang, bisa lupa dengan apa yang ditulis. Oleh sebab itu, jika dirasa perlu untuk melihat skripsi atau makalah selama ujian sidang, maka terlebih dahulu minta izin kepada penguji agar sikap Anda tetap dalam koridor positif.
  8. Jawaban alternatif atau jawaban hipotesis, mana yang patut dikerjakan kepada penguji? Aspek ini berarti bahwa Anda benar-benar harus bisa tahu strategi apa yang akan digunakan untuk menjawab pertanyaan penguji. Jawaban terbaik adalah merujuk kepada apa yang Anda tulis dan pemahaman Anda mengenai subjek yang ditanyakan oleh penguji.
  9. Tunjukkan sikap ilmiah objektif selama dalam sidang ujian. Sikap adalah cermin dari alam bawah sadar seseorang. Dengan demikian, jika Anda bisa bersikap positif, maka hal positif juga akan Anda raih selama ujian sidang.
  10. Kata orang ada dosen killer. Bila isyu ini betul, Anda tak perlu gentar menghadapinya. Dosen killer juga mahasiswa pada masanya. Hal yang perlu Anda ketahui adalah dosen killer lebih memperhatikan detail dan hal-hal spesifik dan bagi Anda, tingkatkan sikap sabar, teguh, dan yakin dengan apa yang sudah dipelajari. Jadi, perhatikan aspek ini sehingga dosen killer bisa menjadi dosen yang baik hati bagi Anda di saat ujian sidang.
  11. Hobi mencoret-coret atau memberi tanda-tanda garis dan titik pada karangan ilmiah calon teruji. Sekalipun coret-coretan membuat kesal dan penasaran, jadikan hal demikian sebagai suatu cara untuk memahami cara pikir sang dosen sehingga Anda bisa memahami maksud beliau jika ditanya mengenai suatu pernyataan yang ada di dalam karya tulis.
  12. Persiapkan sejumlah bagan pada karton atau pada transparansi yang memungkinkan Anda memberikan gambaran ringkas tentang isi karangan Anda. Hal ini penting untuk dilakukan karena penjabaran ringkasan isi karya tulis biasanya dilakukan pada tahap awal ujian sidang. Jika anda tidak bisa menuturkan ringkasan tersebut, maka penguji akan menjadikan aspek ini sebagai bahan evaluasi untuk penilaian yakni pada aspek “performance” atau presentasi.
  13. Berpakaian lengkap, rapi, dan menarik akan mendukung penampilan Anda pada tingkat prima. Ini akan menjadikan kondisi mental dan jiwa anda tenang serta bisa meningkatkan rasa self-confidence yang anda miliki.
  14. Jangan sampai energi yang tersimpan dalam otak Anda terkuras sebelum ujian sidang. Ingat! Tidak perlu membaca buku yang isinya berat dan serius, cukup istirahat dan menjada stamina dengan mengkonsumsi makanan seimbang serta olah raga. Kondisi tubuh yang baik akan sangat membantu sekali pada ujian sidang karena supply darah ke otak cukup.

Semoga penjelasan ini bisa membantu para mahasiswa untuk lulus ujian sidang.

Selamat menempuh ujian sidang dan semoga berhasil!

2 thoughts on “Sukses Ujian Sidang (Kompre) di bangku Kuliah

Comments or Feedback? Tanggapan Anda?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s