Syair yang Indah

> Hukum kematian manusia masih terus berlaku,
karena dunia juga bukan tempat yang kekal abadi
Adakalanya seorang mansia menjadi penyampai berita,
dan esok hari tiba-tiba menjadi bagian dari suatu berita
ia dicipta sebagai makhluk yang senantiasa galau dan gelisah
edang engkau mengharap selalu damai nan tentram.

Wahai orang yang selalu ingin melawan tabiat
engkau mengharap percikan api dari genangan air
kala engkau berharap yang mustahil terwujud,
engkau telah membangun harapan di bibir jurang yang curam

Kehidupan adalah tidur panjang, dan kematian adalah kehidupan
maka manusia di antara keduanya;
dalam alam impian dan khayalan

Maka, selesaikanlah segala tugas dengan segera
niscaya umur-umurmu,
akan terlipat menjadi lembaran-lembaran sejarah yang akan ditanyakan

Sigaplah dalam berbuat baik laksana kuda yang masih muda,
kuasailah waktu,
karena ia dapat menjadi sumber petaka
dan zaman tak akan pernah betah menemani Anda
karena ia akan selalu lari meninggalkan Anda
sebagai musuh yang menakutkan
dan karena memang zaman dicipta sebagai musuh
orang-orang bertakwa

Dikutip dari:
Al-Qarni, ‘Aidh. La Tahzan (Jangan Bersedih). Edisi Indonesia. Terj. Samson Rahman. cet. 36. Jakarta; Qiathi Press, Januari 2007

2 thoughts on “Syair yang Indah

Comments or Feedback? Tanggapan Anda?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s