Hening

>Hening

Malam ini, lirik lagu itu terdengar kembali
begitu menyentuh
Tubuh ini terasa bergetar
Serasa kembali ke semula,
awal dari perjalananku menjadi manusia.

Lagu itu, begitu menyentuh
Aku tak bisa menahan tangis
Lagu itu…
Ah, memang aku pemuda tanggung
Tak ingin menangis, tapi mata ini tak berhenti berair

“Iyo santiangnyo aka rangik mak…
maisok darah dalam dagiang…
luka nan indak ka nampak an
alah padiah sajo, mangko tahu…

Nan bapasan mande…
usah takuik nak,,,jo ombak gadang…
luko dek sambilu…cegak diubek nak…
nan jo piladang…”

Ah, ibu, ayah.
Andai aku bisa memberimu kebahagiaan.
Aku hanya bisa mendo’akanmu
Ayah, aku sayang dirimu…
Kapankah aku bisa membahagiakan kalian?
Hhhh…malam ini terasa begitu hening…
Sanggupkan aku menatap kembali mentari esok hari?

(Bandung, 13 April 2008, Sukagalih)

Comments or Feedback? Tanggapan Anda?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s