Dewasa (Sebuah Pilihan)

>Anugrah terbesar yang kumiliki saat ini
bukanlah fisik yang sempurna,
harta yang berlimpah,
disukai oleh orang banyak,
atau melanglang buana ke seluruh pelosok dunia.

Melainkan,anugrah yang kumiliki tidak lain adalah:
mengetahui ke mana aku akan melangkah,
mendengar kata hatiku sendiri,
menikmati alam yang kian hari banyak memberi tanda seolah ia berbicara,
mengetahui bahwa aku hanya makhluk hina,
(mohon ampun Ya Allah SWT),
dan anugrah dalam memahami manusia yang unik dan makin aneh serta ganjil ini.

Titik terakhir yang kumiliki,
anugrah terbesar,
yaitu kedewasaan.

Sikap dan penampilan memang layaknya anak-anak.
Jam bermain dan bergaul serta nongkrong-nongkrong memang sedikit.
Tapi, aku sadar, aku terlahir berlainan dengan orang lain.
Hidup dalam kesendirian dan kegalauan, di saat melihat kehidupan semakin jauh dari berkah hati melainkan fisik.
Ya Alah…aku bersyukur pada-Mu atas semua ini…
aku mengetahui wanita dan perempuan bukan dari cantiknya
aku memilih teman bukan karena tampang atau kerennya
aku berbuat baik bukan lantara ajaran agama
aku menyendiri bukan karena tidak mampu bergaul
aku menangis bukan karena pengecut…

(Padang, 19 uli 2007, di ruang Pembantu Rektor I UNAND, dalam rapat acara Anugrah Mahasiswa Berprestasi UNAND 2007)

Comments or Feedback? Tanggapan Anda?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s