Unand Bisa Mendunia

>

(Diambil dari Koran Singgalang)
Rabu,12 September 2007

Padang , Singgalang
Ketua Dewan Penyantun Universitas Andalas (Unand), Fahmi Idris optimis universitas ini bisa menjadi universitas berkelas dunia. Keyakinan itu tidak terlepas dari Sumbar yang kaya akan pemikir. Fahmi menyampaikan hal tersebut dalam sambutannya pada Dies Natalis Unand ke-51 tahun di Auditorium Unand Limau Manis, Selasa (11/9). Agar langkah tersebut tercapai, dia menilai masih ada beberapa pembenahan yang harus dilakukan. Dengan fakultas yang kini ada, Unand dinilainya masih kekurangan. Artinya, masih perlu penambahan fakultas agar upaya menuju per­guruan tinggi berkualitas dunia bisa terwujud. Juga, harus didu­kung dengan menghadirkan rumah sakit rujukan yang akan memfasili­tasi Fakultas Kedokteran sebagai fakultas paling diminati di Unand. 
 
Penambahan itu diharapkan juga dibarengi oleh peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) para dosen. “Mereka (dosen berprestasi) harus disekolahkan ke luar negeri, agar wawasannya semakin bertambah,” ulas pria yang juga Menteri Perindustrian RI ini. Sebelumnya, Gubernur Sumbar, H. Gamawan Fauzi menyebutkan, dalam usia 51 tahun, Unand sudah mencatat kemajuan yang luar biasa. Sebagai alumni, dia mengaku sangat bangga dengan pencapaian itu. Hanya saja, bila mau dan bertekad lebih baik lagi, sesungguhnya Unand menurut pria tamatan S1 Hukum Unand itu, bisa lebih maju lagi. Bahkan, tidak hanya menjadi 14 Perguruan Tinggi terbaik di Indonesia . “Unand menurut saya bisa jadi 10 besar,” kata dia. Bahkan, demi kemajuan perguruan tinggi terbaik di luar Jawa itu, Pemprov Sumbar telah mengalokasikan Rp1 miliar untuk pendidikan S3 bagi dosen di kampus tersebut. Tahun 2008 mendatang, Pemprov bersama dengan kabupaten/kota juga telah bertekad memberikan bantuan senilai, Rp500 juta/kab-kota. “Untuk provinsi kita akan meningkatkan lagi,” ulas Gubernur. 
Sementara Rektor Unand, Musliar Kasim dalam sambutannya mema­parkan, tahun demi tahun Unand terus berupaya menjadi yang ter­baik. Tahun ini berdasarkan survei dari Majalah Tempo edisi Mei, Unand menduduki peringkat 14 diantara PTN/PTS se-Indonesia dan terbaik di luar Pulau Jawa. Unand juga akan memberikan beasiswa studi bagi dosen ke luar negeri. Selain menjawab lahirnya UU tentang guru dan dosen, juga mengantisipasi krisis dosen berkualitas di kampus tersebut. “Saat ini di Unand 60 persen dosen berkualifikasi S2 telah berusia diatas 35 tahun. Usia ini kritis untuk mendapatkan beasiswa S3 di luar negeri. Kalau tak menjadi perhatian dan prioritas, kita akan mengalami penurunan yang luar biasa di masa mendatang,” paparnya. 
Tidak hanya itu, dalam upaya menyebarluaskan informasi hasil penelitian para dosen, Unand juga akan memfasilitasi publikasinya itu ke jurnal internasional. Selama ini, diakuinya hal itu yang kurang akibat tingginya dana publikasi. Langkah awal, telah dibentuk tim editor board yang akan menjadikan tulisan-tulisan hasil penelitian itu sebagai paper. Selanjutnya, dipublikasikan ke jurnal internasional. Kemarin, dalam acara yang dihadiri Syafie Ma’arif, Mochtar Naim, Dewi Fortuna Anwar, Komisaris PT Semen Padang, H. Basril Djabar, Dirut PT SP, E. Irzal dan lainnya, diserahkan Anugerah Unand kepada 18 nominator yang telah dipilih beberapa waktu lalu. Pada kategori dosen berprestasi bidang pendidikan, Prof. DR. Ir. Nurhajati Hakim, MS berhasil menjadi pemuncak. Dia tak kuasa menahan haru. Dengan mata berkaca-kaca diambilnya hadiah yang diserahkan Ketua Dewan Penyantun Fahmi Idris. Wanita asal Sima­wang Batusangkar ini berhasil mengungguli Prof.DR.Niki Lukviar­man, SE,MBA.Akt., dari Fakultas Ekonomi dan Prof. DR. Ir. Ing Mulyadi Bur dari Fakultas Teknik. Di kategori dosen berprestasi bidang pengabdian, pemenang pertama jatuh kepada dosen sastra, Drs. M. Yusuf, M.Hum. Pria ini meng­gungguli, Prof.DR.IR. H. Surya Anwar dan DR.Ir. Khasrad, MS., dari Fakultas Peternakan. 
Seperti yang sudah diduga sebelumnya, dosen berprestasi bidang penelitian jatuh ke tangan Saldi Isra, SH.MPA. Ditempat kedua, DR.Ir. Dian Fiantis, MSc., dari Pertanian yang kini berada di Belgi dan Prof. DR. Dachriyanus, APt di posisi ketiga. Untuk karyawan berprestasi berhasil diraih Harben Sani,SPt. Yasri, SH yang kini berdinas di Rektorat hanya menempati posisi kedua disusul Arpentius, ST. , Kaur Pendidikan Fakultas MIPA Unand. Mahasiswa Berprestasi Bidang Sosial, berhasil diraih Rillamarta­letta dari Fakultas Ekonomi. Dia tempat kedua, Syayid Sandi Sukandi dari Fakultas Sastra dan Meghi Tressa, mahasiswa Fakultas Ekonomi. Sedangkan, mahasiswa berprestasi bidang eksakta diraih, Fitrisia Amelin. Kemudian, Guspriadinur dan Zuhrah Taufiqa. Selain penyerahan anugrah itu, juga diserahkan hadiah kepada dosen, karyawan dan mahasiswa berprestasi versi Unand 2007. Serta orasi ilmiah oleh Dr. Rahmi Fahny, SE.MBA., dengan judul: Peran dan Tantangan Pendidikan Tinggi Membangun Daya Saing Bangsa. o 104

Comments or Feedback? Tanggapan Anda?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s