Sebuah Pertemuan

>Dari keheningan malam yang sepi,
seorang rupawan bersuara indah menyapaku
Ia hadir di antara bintang-bintang
dirinya begitu mempesona bagai purnama
cantik di kala malam
suara-suaranya menggema di telinga
mengisi malam-malam yang sepi
entahlah…mungkinkah ia akan ada di sisiku ini
mengisi malam-malam hening dengan ditemani sebuah lilin ungu
ingin sekali aku menatap matanya yang sendu
menyentuh tangannya yang lembut
memeluk tubuhnya seraya berbisik padanya,
‘aku dan kau, kita bersaudara….’
biarkan kita tumbuh bersama angin malam yang bersemilir halus
menghiasi sejuknya kalbu di kala kita dilanda cinta…

(Puisi untuk Rina, my little sister, I love you)

Comments or Feedback? Tanggapan Anda?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s