Anak Manusia

>

Anak Manusia

Di keremangan malam, berlapis-lapis udara bersemilir
membentuk aura kegelapan, pekat dan mengerikan
Manusia-manusia berteriak, bersumpah serapah, memaki-maki, membunuh
tawa bengis dan jiwa kejam seakan bangkit dari kubur
Seketika, detik-detik berlalu, hening…
Segaris cahaya putih menyembur dari angkasa hitam
Menghujam ke rumah-rumah
Hening…hening…hening…sesaat
manusia-manusia itu terpana, apa itu?
Rengek tangis bayi, memecah kepekakan manusia-manusia lembah itu
lembah hitam, pekat, berbau dan jorok
Mereka berkerumun dan bertanya-tanya apakah itu?
manusia itu gembira, bertambah satu anggota mereka, pikirnya
dengan waktu, bayi itu pun menjadi manusia
manusia, terbentuk karena manusia di sekitarnya
akankah anak manusia tumbuh sendiri?
tidak, sekali lagi tidak
lalu, cahaya yang ada di dalam dirinya yang redup
ia lupa dari mana ia berasal
kesucian berganti kemunafikan
sebuah misteri atau angurah ilahi tercipta
anak manusia mengais-ngais dalam kehidupan
tumbuh, membesar, berkembang, bergenerasi
terus menerus, bergerombol, bertambah banyak atau menyendiri
hingga akhirnya satu per satu, mati, berkubang tanah, atau terbakar
dan, mereka kembali ke asal cahaya
meninggalkan lumpur atau mutiara
di tempat pertama mereka menjadi manusia

^^<><><><><><><><><><><><><>><><><><>><><>><><><>^^

Comments or Feedback? Tanggapan Anda?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s